Hubungan Simbiosis Jamur (Fungi)

Hubungan Simbiosis Jamur (Fungi)Jamur dapat berinteraksi dengan spesies lain dan dapat bergantung pada organisme lain untuk bertahan hidup. Simbiosis yang dibentuk antara jamur dengan ganggang, serangga atau akar tanaman dapat bersifat menguntungkan atau merugikan. Tahukah kalian bagaimana hubungan simbiosis jamur? Untuk mengetahuinya simak ulasan Gudang Biologi berikut ini.

Hubungan Simbiosis Jamur (Fungi)

Hubungan Simbiosis Jamur (Fungi)


Simbiosis Antara Jamur dan Serangga

Banyak serangga memiliki hubungan simbiosis dengan beberapa jenis jamur. Semut dan rayap menumbuhkan jamur di bawah tanah “kebun jamur” yang mereka ciptakan. Ketika semut atau rayap makan besar dari kayu atau daun, mereka juga makan beberapa jamur dari kebun mereka. Jamur membantu mereka mencerna kayu atau daun. Kumbang ambrosia hidup di kulit pohon. Seperti semut dan rayap, mereka menumbuhkan jamur di dalam kulit pohon dan menggunakannya untuk membantu mencerna makanan mereka.

Simbiosis Antara Jamur dan Ganggang

Lumut kerak (Lichen) tumbuh di atas tanah, terutama daerah tundra di sekitar Kutub Utara. Lumut ini dapat hidup di segala ketinggian di atas batu cadas, di tepi pantai, sampai di gunung-gunung yang tinggi. Lumut kerak dapat berperan dalam pembentukan tanah dan menghancurkan batu-batuan yang cadas sehingga lumut jenis ini disebut juga sebagai tumbuhan perintis.

Simbiosis Antara Jamur dan Akar Tanaman

Mikoriza merupakan simbiosis antara jamur dengan akar tanaman. Simbiosis antara jamur dan akar tanaman ini merupakan simbiosis mutualisme. Jamur diuntungkan karena mendapat zat organik, sedangkan tanaman mendapatkan air dan unsur hara. Keduanya saling bergantung. Jika salah satu mati, yang lain tidak dapat hidup. Mikoriza terbagi menjadi dua golongan, yaitu endomikoriza dan ektomikoriza. Endomikoriza adalah Mikoriza yang hifa jamurnya menembus akar hingga masuk jaringan kortek, misalnya, jamur yang hidup pada akar sayuran. Ektomikoriza adalah Mikoriza yang hifanya hanya hidup di daerah permukaan akar, yaitu pada jaringan epidermis, misalnya, pada kulit akar pinus.


Sekarang kalian sudah mengetahui Hubungan Simbiosis Jamur (Fungi). Semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian bahwa jamur juga ternyata dapat berinteraksi dengan makhluk hidup lainnya membentuk simbiosis yang menguntungkan maupun merugikan. Sekian ulasan dari Gudang Biologi kali ini, sampai jumpa pada ulasan berikutnya.
Hubungan Simbiosis Jamur (Fungi) | Gilang Jaka Pramana | 5