Ciri – Ciri Jamur dan Klasifikasinya

Ciri – Ciri Jamur dan Klasifikasinya – Pada waktu yang lalu kita sudah pernah membahas protista yang mirip dengan jamur. Namun, mereka bukan bagian dari kingdom fungi karena merupakan organisme prokariotik. Sedangkan fungi yang akan kita bahas sekarang merupakan organisme eukariotik yang mungkin pernah kalian lihat tumbuh di tempat-tempat yang lembab atau di bawah pepohonan. Apakah ciri-ciri dari fungi yang akan kita bahas sekarang? Serta bagaimanakah klasifikasinya? Untuk mengetahuinya, simak ulasan dari Gudang Biologi berikut ini.

Ciri – Ciri Jamur dan Klasifikasinya

CIRI – CIRI JAMUR

  1. Jamur memiliki ciri-ciri antara lain :
  2. Umumnya merupakan organisme multiseluler.
  3. Bersifat eukariotik.
  4. Tidak memiliki klorofil sehingga bersifat heterotrof.
  5. Ada yang bersifat parasit, ada yang bersifat saprofit, dan ada yang bersimbiosis (mutualisme) membentuk lichenes.
  6. Dinding sel dari bahan selulose dan ada yang dari bahan kitin.
  7. Tubuh terdiri dari benang–benang halus yang disebut Hifa.
  8. Reproduksi secara vegetatif/aseksual dengan spora, tunas, konidia, maupun fragmentasi. Secara generatif/seksual dengan konjugasi membentuk zygospora, askospora, dan basidiospora.
  9. Memiliki keturunan diploid yang singkat (berumur pendek). 
  10. Habitat di tempat lembab, mengandung zat organik, sedikit asam, dan kurang cahaya  matahari.


KLASIFIKASI JAMUR

Zygomycota

Dikenal sebagai jamur zigospora (bentuk spora berdinding tebal). Contohnya adalah Rhizophus stolonifer (tumbuh pada roti), Rhizophus oryzae (jamur  tempe), Rhizophus nigricans (menghasilkan asam fumarat), Mucor mucedo (saprofit pada  kotoran ternak dan makanan).

Ascomycota

Contohnya adalah Sacharomyces cereviceae (ragi/khamir), Penicillium chrysogenum (untuk pembuatan antibiotik penisilin), Penicillium notatum (untuk pembuatan antibiotik penisilin), Penicillium camemberti (untuk menambah cita rasa  pada pembuatan keju), Aspergillus wentii (untuk pembuatan kecap dan tauco), Aspergillus niger (untuk Menghilangkan O2 pada sari buah), Aspergillus flavus (menghasilkan racun Aflatoksin yang  menyebabkan kanker hati/hepatitis), Neurospora sitophilla (untuk pembuatan oncom).

Basidiomycota

Sering dikenal dengan jamur gada karena memiliki organ penghasil spora berbentuk gada (basidia). Contohnya adalah Volvariela volvacea (jamur merang), Auricularia polytricha (jamur kuping), Pleurotus sp (jamur tiram), Polyporus giganteus (jamur papan), Amanita phaloides (hidup pada kotoran ternak dan menghasilkan racun yang mematikan), Puccinia graminis (jamur karat) parasit pada tumbuhan graminae (jagung).


Deuteromycota

Sering dikenal sebagai fungi imperfecti (jamur yang tak sebenarnya), karena  belum diketahui perkembangbiakannya  secara seksual. Contohnya adalah Epidermophyton floocosum (menyebabkan kutu air), Epidermophyton microsporum (penyebab penyakit kurap), Melazasia fur-fur (penyebab panu) dan Trychophyton tonsurans (menimbulkan ketombe di kepala).


Sekarang kalian sudah mengetahui Ciri-Ciri Jamur dan Klasifikasinya. Semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian, bahwa ternyata jamur ada yang merugikan karena menyebabkan penyakit dan ada juga yang menguntungkan karena dapat kita konsumsi. Sekian ulasan dari Gudang Biologi, sampai jumpa pada ulasan selanjutnya.
Ciri – Ciri Jamur dan Klasifikasinya | Gilang Jaka Pramana | 5